Friday , November 16 2018
Home / ARTIKEL / PERSIT SEBAGAI MAGNETISIUR PRAJURIT TNI AD

PERSIT SEBAGAI MAGNETISIUR PRAJURIT TNI AD

ULANG TAHUN KE-70 THN 2016 PERSIT KCK Penulis: Pelda.Aslam Latief (Bati Ops/Lat Kodim 1402/Polmas)

photo_2016-04-08_10-50-28"Sebagai Seorang Isteri Yang Baik, Harus Pandai Mengatur Rumah Tangga, Isteri Yang Sejati Jiwa Raganya Diabdikan Kepada Suaminya, Yang Merupakan Teman Pertama Diantara Semua Teman, Oleh Karenanya, Isteri Adalah Milik Yang Berharga".

Kodrat seorang perempuan bahwa menikah adalah jalan Tuhan untuk setiap manusia demikian pula dengan Tentara Nasional Indonesia (Prajurit). Hal ini ditujukkan agar pernikahan TNI tersebut syah dimata hukum dan mejalankan peraturan TNI. Disadari bahwa wanita sebagai isteri merupakan pendamping suami yang memiliki tugas dan kewajiban yang cukup berat, karena ia harus tahu bahwa suaminya adalah Seorang Prajurit TNI (Abdi Negara).

Peran istri prajurit TNI AD mutlak selalu berkaitan dalam peran dan tugas yang dilaksanakan oleh setiap prajurit TNI AD, baik dalam melaksanakan tugas organisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari, didalam kehidupan Persit diharapkan adanya keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara anggota Persit. Untuk itu dalam setiap kehidupan persit harus menerapkan pedoman sifat dan watak sebagai anggota Persit, selain itu memegang teguh asas Pancasila dan UUD 1945 sehingga terjalinnya persatuan,kesatuan, persaudaraan, kekeluargaan serta rasa senasib sepenanggungan.

Sebagai istri Prajurit, Persit harus sanggup memikul tugas sebagai Bapak dan sekaligus Ibu rumah tangga, melalui kesadaran ini diharapkan peranannya akan sangat menentukan bagi keberhasilan pelaksanaan tugas suaminya sebagai seorang Prajurit TNI. Jika kita dapat memahami, betapa pentingnya kehadiran seorang isteri ditengah-tengah keluarga, oleh karena seluruh tugas yang dipikulnya sewaktu-waktu mengemban tugas suami dikala ditinggal ke medan tugas.

Persit Kartika Candra Kirana adalah organisasi istri prajurit yang didirikan pada tanggal 3 April 1946, adalah wadah pemersatu bagi para Istri Prajurit (Persit) yang sangat berperan penting dalam pembentukan komponen bangsa dan negara dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila serta senantiasa membantu tugas TNI AD dalam Mempertahankan Negara yang kita cintai ini dengan rasa Senasib, Sepenanggungan dan Seperjuangan.

Persit Kartika Candra Kirana yang lahir ditengah-tengah semangat patriotisme bangsa indonesia dalam merebut kemerdekaan sekiranya sebagai anggota Persit harus mengevaluasi diri sekaligus introspeksi guna memperbaiki dan meningkatkan eksistensi agar manfaat organisasi bisa dirasakan bagi kepentingan yang sangat besar dimasa yang akan datang dan juga sebagai media pembelajaran organisasi agar senantiasa dapat hadir memberikan kontribusi dan dukungan yang besar untuk menyukseskan Tugas TNI AD kedepan.

Sebenarnya menjadi anggota Persit bagi siapapun istri Prajurit TNI AD adalah sama, yang membedakan hanyalah iramanya saja, dimana yang terpenting adalah menyadari resiko sebagai Istri Prajurit TNI AD dan menjalankannya dengan Tulus dan Ikhlas, menjadi anggota persit bukanlah hal yang mudah, banyak hal yang dapat dirasakan, dimulai dari suka maupun duka, apalagi seorang Persit sering ditinggal tugas, pindah-pindah tempat tugas, terkadang merasa sepi. Akan tetapi dengan tinggal di asrama banyak tetangga yang menjadi pengusir sepi dikala sendiri bahkan menjadi pengganti saudara.

Hubungan Silaturahmi antara sesama tetangga, rekan kerja di organisasi atau diluar itu harus selalu dijaga karena akan sangat berpengaruh besar dalam kehidupan organisasi Persit, selanjutnya kepada teman kita harus baik, kepada pemimpin kita harus loyal, kepada bawahan kita hargai, dan yang tua dihormati. Jadi kuncinya ada pada diri setiap anggita Persit itu sendiri yaitu niat dari dalam diri untuk mau mengerti dan mau memahami orang lain. Jangan ada jarak antara ibu-ibu anggota dengan pimpinan, namun tetap adanya sopan santun, etika berbicara, berpenampilan dan bergaul. Ciptakanlah suasana kompak dan harmonis serta selalu saling asah, asih, dan asuh. Dan perlu diketahui bahwa istri Prajurit TNI adalah sangat berpengaruh bagi terpeliharanya keutuhan dan kebulatan tekad Prajurit TNI dalam menjalankan tugas- tugasnya, istri prajurit TNI ini lah yang membantu memelihara kemampuan profesional seorang prajurit TNI, meskipun dengan peralatan tempur seadanya, namun moril Prajurit TNI tetap tinggi karena adanya dorongan dan pengertian istrinya.

Dengan tekad tidak akan menyerah pada kekurangan-kekurangan tersebut, Prajurit TNI dan istrinya harus dapat melaksanakan tugasnya secara optimal dimanapun dan bilamanpun diperlukan, semangat waspada harus terus menerus dipelihara, jadi Persit harus mebiasakan diri tidak gentar, tidak kaget, tidak cemas, tapi juga jangan sombong atau lengah dalam menghadapi dan menjawab tantangan zaman.

Seorang istri prajurit otomatis akan menjadi anggota Persatuan Istri Prajurit atau lebih dikenal dengan nama Persit Kartika Chandra Kirana. Sebaliknya, dalam kondisi demikian melaksanakan kegiatan pertemuan - pertemuan anggota yang dilaksanakan paling tidak sebulan sekali oleh Persit, sebab banyak hal yang bisa diperoleh dalam kegiatan pertemuan anggota yang dilaksanakan untuk proses pengembangan diri sebab dikegiatan tersebut itulah seorng ibu Ketua Persit akan selalu memberikan arahan“arahan kepada seluruh anggotanya, dan sudah tentunya diharapkan keluarga TNI harus selalu memelihara iman dan taqwanya kepada Allah SWT sehingga selalu berada dalam naungan ridho-Nya sehingga bisa dikatakan bahwa Persit Sebagai Magnetisiur Prajurit TNI.

Sudah menjadi kewajiban sebagai istri prajurit TNI AD harus selalu siap mendampingi suami dimanapun suami ditugaskan, juga harus siap ditinggal apabila suami harus bertugas di daerah operasi dan daerah tugas lainnya. Istri harus dapat menjaga nama baik keluarga, terutama nama baik suami. Harus bisa memotivasi suami, dan dapat menjadi ide kreatif untuk suami, tidak hanya itu yang dapat dilakukan sebagai istri, Persit juga berperan sebagai  Magnetisiur  bagi suami, dimulai dari cara berpakaiannya, cara bicaranya atau perilakunya, bahkan kita wajib membawa Persit ke jalan yang benar dari sisi agama dan perilaku secara keseluruhan. Sebab perlu diingat bahwa  Suami Yang Sukses Tidak Terlepas Dari Peran Seorang Istri . Sebagai istri/Persit juga harus mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan suami.  Selain menjaga keharmonisan dan menjaga komunikasi yang baik dengan suami dan anggota keluarga yang lain, kita sebagai istri juga harus dapat mengatur perekonomian rumah tangga dan mengatur keuangan keluarga dengan baik, dengan membiasakan cara hidup hemat dan sederhana, selain itu harus memiliki kemandirian, dimana hal tersebut dimiliki oleh istri prajurit yang tidak semua orang mampu melakukannya.

Sebagai ibu, bersama suami dalam mendidik putra-putrinya. Tetapi tugas mendidik anak-anak yang menjadi domain ibu hendaknya dijalankan dengan sebaik “baiknya sebab ibu mempunyai waktu yang lebih bersama anak“anak. Seorang ibu harus dapat menjaga sikap karena anak-anak akan mencontoh dan anak-anak selalu melihat pada orangtuanya. Sebagai anggota Persit sekaligus Ibu Rumah Tangga,  sangat berperan dalam membentuk generasi bangsa yang bertanggung jawab dan dapat dibanggakan, serta diharapkan untuk bisa menjadi teladan dan panutan bagi putra dan putrinya agar mereka bisa menjadi penerus bangsa yang siap memikul tugas bangsa di masa yang mendatang, selain pendidikan formal (pendidikan sekolah umum) juga harus memberikan pendidikan non formal (agama, budi pekerti, kedisiplinan, akhlak juga etika) kepada anak-anak. Dengan kita memberikan pendidikan, perhatian dan kasih sayang penuh serta menanamkan agama, akhlak, etika, dan teladan kepada anak-anak maka ancaman perusak moral bangsa dapat dihindari.

Selajutnya jika kita mengingat akan kodrat sebagai makhluk sosial, Tuhan telah menciptakan manusia dalam keadaan yang berbeda. Perbedaan tersebut diciptakan Tuhan agar manusia yang satu dengan yang lainnya saling mengenal, saling memberi, bantu-membantu dan tolong-menolong untuk memperoleh kebaikan. Untuk itu Persit juga warga masyarakat yang harus dan dapat menyesuaikan diri dan memberi arti keberadaannya bagi masyarakat, sebagai istri Prajurit yang bermasyarakat, hendaknya dapat menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar, selalu berinteraksi dan berkontribusi positif dengan menunjukkan sikap, sifat, ucapan dan tindakan yang sesuai dengan sifat organisasi. Dan selalu bersikap sederhana, bertutur kata ramah, sopan dan tidak arogan serta bertindak obyektif rasional.

Dengan mengenal lebih jauh tentang Persit, penulis berharap kepada seluruh anggota Persit Kartika Candra Kirana khususnya pada momentum peringatan Ulang Tahun Persit Ke-70 Tahun 2016, agar Persit Kartika Candra Kirana semakin mencintai organisasi ini dan berperan serta dengan menyumbangkan tenaga maupun pikiran dan kemampuannya untuk kemajuan Persit Kartika Chandra Kirana kedepan, lanjut penulis menyampaikan kepada seluruh anggota Persit Kartika Candra Kirana untuk tidak menganggap peran ganda anggota Persit sebagai beban. Tapi sebaliknya dijadikan suatu kehormatan dan kebanggaan karena peran ganda tersebut tidak dimiliki oleh setiap wanita Indonesia, peran ganda Persit Kartika Candra Kirana sebagai istri prajurit, ibu rumah tangga maupun anggota organisasi Persit serta warga masyarakat harus jadi sebuah kebanggan tersendiri. Karena itulah ciri khas sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana,"

Selaku anggota Persit Kartika Chandra Kirana, harus selalu menyadari peran dan posisi mereka sebagai istri prajurit yang tidak ada kaitannya dengan tugas kedinasan suami. sesungguhnya organisasi Persit Kartika Chandra Kirana bukan Organisasi Komando. Diharapkan anggota Persit Kartika Chandra Kirana, selalu memberikan motivasi suami agar bisa melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggungjawab dan selalu memposisikan dirinya sesuai proporsi dan tanggung jawabnya sehingga dapat memberikan motivasi bagi suaminya dalam mengembang tugas dalam keluarga maupun kedinasan, “Persit Sebagai Magnetisiur Prajurit TNI.

 

“ Selamat Ulang Tahun Yang Ke-70 Persit Kartika Chandra Kirana,  aku tau hari ini begitu berharga bagimu, aku tau hari ini begitu sempurna untukmu, Engkau Kini Semakin Dewasa, jika ungkapan ini begitu berharga bagimu, Kan Kuberikan Semuanya Dalam Sebentuk Kasih Yang Tak Mampu Tembus Oleh Apapun .

 

Semoga kedewasaan menjadi sahabatmu, kesehatan menjadi tempat teduhmu jangan engkau ragu untuk maju, tuhan menuntunmu bersama doaku selamat berjuang Persit Kartika Chandra Kirana.

(webdim/1402)

   

About kodim1402

Komando Distrik Militer 1402/Polewali Mamasa- Korem 142/Taroada Tarogau-Kodam XIV/Hasanuddin

Check Also

PERAN KORAMIL MELALUI BINTER UNTUK MENCEGAH KONFLIK SOSIAL DI WILAYAH

Artikel Oleh: Kapten Inf Wowo Sugarwo, (Danramil 1402-04/Tinambung) Dalam rangka menghadapi kondisi bangsa saat ini, …

.