Wednesday , July 18 2018
Home / ARTIKEL / APLIKASI PENINGKATAN PEMBINAAN TERITORIAL KODIM 1402/POLMAS DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN NASIONAL

APLIKASI PENINGKATAN PEMBINAAN TERITORIAL KODIM 1402/POLMAS DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN NASIONAL

Oleh Mayor Inf Tentrem Basuki ( Kasdim 1402/Polmas)

APLIKASI PENINGKATAN PEMBINAAN TERITORIAL

KODIM 1402/POLMAS DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN NASIONAL

IMG_8495
Kasdim 1402/Polmas, Mayor Inf Tentrem Basuki

Mencermati masalah yang ada dalam Binter di daerah saat ini dihadapkan pada perkembangan situasi dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, merupakan formulasi yang sangat penting untuk menemukan akar permasalahan Binter sebenarnya. Sejauh mana kemampuan mencermati dan memilah duduk permasalahannya, sangat tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengaplikasikan teori Binter dihadapakan pada tuntutan perkembangan masyarakat di daerah yang tentunya juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat nasional dan global.

Pesatnya perkembangaan Ilmu Pengetahuan dan teknologi melalui sarana transportasi dan komunikasi yang semakin maju, menjadikan upaya-upaya untuk menutupi kejadian yang ada, membatasi kebebasan masyarakat dan memberikan masyarakat sesuatu yang bersifat indoktrinasi sudah tidak saatnya lagi. Dengan mencermati masalah Binter dilihat dari kondisi obyektif Binter saat ini dan berbagai faktor yang mempengaruhi, proses penganalisaan ini mencoba mencari solusi Binter dimasa depan, maka perlu diketahui arti dan maksud tugas-tugas TNI Angkatan Darat sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Aparat satuan kewilayahan harus memiliki kepedulian untuk membina dan mengarahkan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, TNI Angkatan Darat adalah organisasi yang bertugas membina kemanunggalan  TNI dengan Rakyat melalui Satuan Komando Kewilayahan  (Satkowil) untuk menyiapan ruang alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan Pertahanan Negara Matra Darat. Penataan tersebut ditempatkan hampir seluruh penjuru tanah air melalui ditingkat pemerintah pusat sampai ketingkat pemerintah desa yang dikenal mulai Kodam, Kodim, Koramil dan Babinsa.

Dalam mendukung kegiatan kewilayahan ini maka, perlu kiranya memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi wilayah. Kodim 1402/Polmas yang meliputi Kab.Polman  dan Kab.Mamasa, yang terbentuk pada tahun 2002 dari hasil pemekeran dari Kab. Polewali Mamasa dengan kondisi wilayah yang terdiri dari dataran rendah (pesisir pantai) daerah pegunungan, hutan tropis dan pedalaman dengan perkembangan jumlah penduduk yang semakin bertambah dan heterogen dari berbagai komunitas suku, agama dan adat istiadat dengan mayoritas suku yang memiliki kultur budaya berbeda dengan daerah Kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Barat serta keterbatasan Kodim 1402/Polmas dalam pelaksanaan pengendalian tugas satuan karena jauhnya jarak dan waktu tempuh, dihadapkan pada kondisi wilayah yang rawan terhadap bencana alam dan perkembangan kehidupan sosial masyarakat yang memiliki potensi kerawanan konflik sosial, sehingga menjadi salah satu faktor tuntutan dan tantangan tugas dalam mewujudkan pembinaan teritorial dalam mewujutkan Ketahanan Nasional.

Aparat teritorial harus dapat bekerja sama dengan seluruh komponen yang ada di masyarakat dan dengan aparat pemerintah daerah setempat sehingga tujuan dan sasaran dalam rangka pembinaan teritorial guna mendukung ketahanan wilayah tidak terjadi ketimpangan dan bertolak belakang antara tujuan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dengan tujuan pertahan yang dilaksanakan oleh TNI khusunya Kodim 1402/Polmas, sehingga apa yang kita inginkan dan yang masyarakat harapkan dapat tercapai dan terlaksanakan berupa kegiatan peningkatan pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh Kodim 1402/Polmas dalam rangka mewujudkan ketahanan wilayah yang mantap.

Berdasarkan hal tersebut, maka dalam tulisan ini mencoba diangkat tentang “Bagaimana keadaan dan permasalahan Binter Kodim1402/Polmas serta bagaimana Pelaksanaan Aplikasi Nyata Babinsa Dalam Upaya Pembinaan Teritorial Kodim 1402/Polmas dalam mewujudkan Ketahanan Nasional agar dapat dipedomani dan mendapatkan dukungan dari seluruh unsur pimpinan dan stake holder pemerintaham daerah dari tingkat Provinsi sampai Kabupaten.?”

Di tengah kehidupan yang sangat beragam dewasa ini, setiap prajurit Babinsa dituntut kepekaan, kepedulian dan kewaspadaan untuk secara dini mampu mendeteksi setiap indikasi dan menemukan setiap sumber kerawanan serta secara cepat dapat mengambil tindakan sebelum menjadi kekuatan riil yang bisa mengganggu jalannya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.  Prajurit Babinsa harus memiliki kepedulian untuk membina dan mengarahkan desa yang menjadi tanggung jawabnya, dengan berbagai kelebihan, melalui pengetahuan, akhlak, kepribadian, kehidupan keluarga yang harmonis dan hidup sederhana.   Setiap prajurit Babinsa dalam melakukan segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pengembangan, pengerahan serta pengendalian potensi nasional dengan segenap aspeknya menjadi kekuatan yang dapat digunakan sebagai ruang,alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara di darat.

Keberadaan Babinsa sebagai pembina di desa harus mampu membantu masyarakat sebagai kecintaannya kepada masyarakat guna mewujudkan pribadi yang dicintai, dihormati dan disegani melalui aktifitasnya yang langsung dapat menyentuh kepentingan masyarakat.   Setiap perkembangan situasi yang ada di wilayah harus dapat terpantau, terutama perkembangan situasi yang mengarah kepada konflik sosial serta mampu untuk mengkoordinasikan penyelesaian dengan baik bersama seluruh komponen masyarakat lainnya, sehingga keberadaan Babinsa sebagai figur Satuan Komando Kewilayahan kehadirannya akan selalu diharapkan dan didambakan oleh rakyat.

Keadaan Dan Permasalahan Binter Kodim 1402/Polmas.                  Sebagai gambaran  umum  bahwa wilayah tugas Kodim 1402/Polmas meliputi 2 Kabupaten yaitu Kab. Polewali  Mandar  (Polman) dengan 4 Koramil di 16 Kecamatan dan Kab. Mamasa dengan 4 Koramil di 17 Kecamatan yang merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Barat dengan kondisi sebagai berikut : 1.  Kondisi Geografi.     Wilayah Kodim 1402/Polmas terletak diantara 120 5’ s/d 120 50’ BT dan 20 40’ s/d  30 52’  LS dengan luas wilayah  ± 5.038,18 Km2 terdiri dari Kab. Polman ± 2.022,30 Km2 dan Kab. Mamasa ± 3.005,88 Km2, dengan kondisi geografi 70 % merupakan daerah dataran tinggi pegunungan, berbukit sambung menyambung satu sama lain dan merupakan daerah subur yang belum dimanfaatkan  secara  maksimal sehingga  rawan terhadap  minimnya  ketahanan  pangan dan tanah longsor, sedangkan 30 % merupakan dataran rendah dan perairan pantai  Teluk  Mandar  membentang  dari  Timur  ke Barat sepanjang 68 Km dengan kodisi  pantai yang cukup landai dan rawan terhadap banjir.

Aplikasi Nyata Babinsa Dalam Upaya Peningkatan Pembinaan Teritorial Kodim 1402/Polmas.     Dalam  mewujudkan  pembinaan teritorial  yaitu  ruang, alat  dan kondisi juang yang tangguh melalui pengamatan dari hasil pembinaan teritorial dihadapkan dengan kondisi geografi, demografi dan kondisi sosial selama ini, perlunya optimalisasi peranan Babinsa Kodim 1402/Polmas di bidang pembinaan teritorial di wilayah. Selanjutnya  dalam  menyikapi  peranan  Babinsa  diwilayah  binaan  diberbagai  daerah diwilayah Kodim 1402/Polmas, salah satunya diwilayah Kecamatan Campalagian khususnya  masyarakat  Desa  Panyampa  dan  Desa  Parppe  wilayah   Koramil  1402-03/Campalagian, maka pembinaan teritorial hakekatnya merupakan unsur potensi wilayah geografi, demografi dan kondisi sosial masyarakat yang mampu menciptakan suatu kekuatan kewilayahan sebagai ruang, alat dan kondisi yang tangguh dalam mengatatasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan hidup masyarakat  serta  jalannya  pembangunan  nasional  dan pembangunan pedesaan dalam Wilayah Kecamatan Campalagian Kab. Polewali Mandar.

Melihat situasi dan kondisional masyarakat dalam wilayah Kecamatan Campalagian Kab. Polewali Mandar  keadaan  Geografi,  Demografi, Sumber daya Manusia yang masih kurang dan seringnya muncul berbagai permasalahan sosial masyarakat  yang  didasari berbagai kepentingan masyarakat.   Permasalahan yang muncul  secara  umum  dalam  masyarakat  khususnya wilayah Desa  Panyampa dan Desa  Parappe  dimana  Serma  Baso Tahir  selaku  Babinsa  didua Desa tersebut mampu mengemban tugas dan menjadi Contoh, Mempelopori Usaha-usaha dalam mengatasi kesulitan yang ada di masyarakat  sekililingnya.

Serma Baso Tahir  Babinsa   Koramil 1402-03/Campalagian  adalah perajurit Kodim 1402/Polmas  yang  berprestasi,  dimana  setiap  permasalahan dilapangan mampu  diselesaikan  dengan baik,  seperti halnya permasalahan konflik lahan antar desa, konflik batas, masalah diakibatkan masuknya proyek atau perusahaan dalam lingkungan masyarakat sehingga timbulnya kepentingan individu dan kelompok masyarakat  yang  semata-mata  ingin  mendapatkan  keuntungan  dan  yang paling sering  dijumpai  adalah  alkohol  atau  minuman beralkohol.  Permasalahan pembangunan  pedesaan  yang bermasalah seperti masyarakat tidak menerima  tanahnya dibangunkan bangunan dan meminta ganti rugi, permasalahan politik serta permasalahan sosial lainnya.

Dalam  pelaksanaan  tugas  sehari-harinya Babinsa Koramil 1402-03/Campalagian, Serma Baso Tahir yang memiliki dua wilayah binaan yakni Desa Parappe dan Desa Panyampa  Kecamatan  Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, memiliki sikap loyal, berdisiplin, peka  dan peduli terhadap segala perubahan, komitmen terhadap terbentuknya  rasa  aman  dan  nyaman di lingkungan masyarakat, pantang menyerah dan satukan  tekad  terhadap  tugas  adalah  kehormatan yang harus dijalankan dan harus dipertanggung jawabkan kepada Negara dan bangsa tanpa pamrih dan tidak memanfaatkannya sebagai alat untuk mencari  keuntungan pribadi diluar tugas-tugas Negara.

Serma Baso Tahir bersama warga masyarakat  melaksanakan kerja bakti dengan sasaran pembersihan drainase  sepanjang 250 meter di Dususn Passairang, Desa Parappe, Kecamatan  Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, dalam kegiatan tersebut diharapkan lingkungan menjadi bersih sekaligus kendalikan nyamuk demam berdarah dan musim hujan agar aliran di saluran air lancar serta tak menimbulkan banjir, selain itu tujuan Babinsa Koramil 1402-03/Campalagian ikut kerja bahkti warga ini untuk mempererat rasa kebersamaan serta terciptanya kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Diperhadapkan  dengan berbagai  permasalahan  sosial  masyarakat, telah mampu memahami tugasnya selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa), tidak dapat dipungkiri bahwa secara umum para Babinsa dalam melaksanakan tugasnya masih sebahagian belum  memahami  secara mendetail tentang ruang lingkup tugas bimbingan teritorial yang menjadi tanggung jawabnya karena disebabkan dengan diberikannya tanggung jawab  lebih  dari  2 sampai  dengan 4 desa kepada seorang Babinsa.   Mutu Babinsa yang dimiliki Kodim 1402/Polmas  saat ini  secara  perorangan  dinilai baik, namun masih ada kalangan  masyarakat yang belum memahami tugas Babinsa tersebut,  ada kesan dari masyarakat bahwa Babinsa tidak sering turun kerja atau bertugas didesa dalam binaan teritorialnya.

Bintara Pembina Desa (BABINSA).  Babinsa adalah pelaksana pembinaan teritorial yang berhadapan langsung dengan masyarakat desa serta dengan segala permasalahan yang penuh dengan kemajemukan.  Oleh karena itu sesuai dengan tekad TNI dalam rangka ikut berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunn Nasional yang bertumpu pada pembangunan masyarakat desa, maka Babinsa harus mempunyai kemampuan yang memadai agar dapat memacu masyarakat desanya aktif dalam pembagunan. Babinsa dituntut memiliki kondisi mental, motivasi yang tangguh (nilai juang), tingkat profesionalisme yang memadai dan kemampuan yang dapat diandalkan.

Babinsa adalah unsur pelaksana Koramil bertugas melaksanakan bimbingan Teritorial di wilayah pedesaan atau kelurahan.  Kemampuan  Babinsa sangat menentukan keberhasilan bimbingan teritorial di desa atau kelurahan dimana dalam melaksanakan tugasnya berkoordinasi dengan aparat terkait di Desa atau Kelurahan seperti  tokoh  masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda  agar  tidak terjadi kegagalan-kegagalan dalam melaksanakan tugasnya.  Didalam pelaksanaan tugas sehari-hari Babinsa diperhadapkan dengan masalah yang berhubungan dengan masyarakat oleh karena itu Babinsa perlu diberikan tuntutan pendidikan khusus dibidang teritorial.

Babinsa dituntut memiliki kondisi mental serta motivasi yang tangguh (nilai juang yang tinggi), tingkat  profesionalisme  yang  memadai  dan  kemampuan  yang dapat diandalkan agar pelaksanaan tugas di wilayah binaan terlaksana dengan baik.  Dalam melaksanakan tugas binaan di desa, Babinsa dibantu oleh aparat desa atau tokoh masyarakat serta unsur-unsur terkait yang ada dalam wilayah tugas binaan Babinsa.

Babinsa sebagai Prajurit TNI AD dalam mengemban misi TNI AD selalu siap dimanapun dan kapanpun diperlukan.   Ada berbagai tugas yang ada di wilayah Binaan Babinsa bertugas antara lain melaksanakan tugas utama untuk menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan Binaan, namun dalam pelaksanaan tugas tersebut selalu mendapatkan petunjuk atau Komando dari atas dalam pembinaan Teritorial yaitu dari Kodim.  Kodim sebagai satuan wilayah Pembina teritorial telah mempersiapkan pelaksanaan  sistem  pembinaan  teritorial  melalui  Koramil  dan  sebagai pelaksana tugas di Koramil adalah Babinsa.   Oleh karena itu Babinsa sebagai ujung tombak pelaksana dalam melaksanakan pembinaan kegiatan teritorial TNI AD bertugas untuk melakukan pembinaan geografi, pembinaan penduduk serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial ekonomi dimasyarakat serta dapat bekerjasama dengan pemerintah desa.

Tugas Babinsa juga diperlukan untuk mengatasi berbagai peristiwa bencana alam, seperti tanah longsor, musibah kebekaran, banjir, dan tugas-tugas lainnya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peranan Babinsa Dalam Menjaga Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat Di Desa Dalam Wilayah Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman.

            Berdasarkan pengamatan dan pengakuan dari Aparat Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa setempat bahwa Serma Baso Tahir Babinsa Koramil 1402-03/Campalagian  dalam  melaksanakan  tugasnya  di Desa  binaannya  sangat aktif dalam  membantu  setiap  permasalahan  yang  ada diwilayah  Desa  Panyampa dan Desa Parappe Kec.Campalagian Kab. Polewali Mandar, menghadapi  berbagai faktor, baik  yang  mendukung  pelaksanaan  tugas dilingkungan  binaan  dan faktor penghambat didesa  dalam  wilayah  binaan.   Bahwa  gangguna  keamanan  ketertiban dimanapun dan  kapanpun  bisa terjadi baik gangguan keamanan dalam bentuk ringan maupun dalam bentuk berat, namun dari kesemuannya itu tergantung dari situasi dan kondisi dimana peristiwa  itu terjadi, sering kali gangguan  keamanan  dan ketertiban timbul hanya persoalan sepele, misalnya dengan salah bicara, ketersinggungan maupun adanya potensi konflik yang diakibatkan minuman keras (Akibat Pengatuh Alkohol), maupun faktor-faktor lainnya.  Terkait faktor  pendukung peranan Babinsa bahwa Babinsa dalam melaksanakan perannya, tugas dan tanggung jawabnya harus didukung oleh berbagai unsur dalam  masyarakat yang membantu pelaksanaan kegiatan  Babinsa seperti  pembinaaan bagi masyarakat yang  sasarannya  menyentuh dari pada kebutuhan, kepentingan masyarakat Desa tersebut.  Dengan tidak melupakan koordinasi dengan tokoh-tokoh  masyarakat dan intansi terkait dan Babinsa harus membedakan yang menjadi perioritas  dalam lingkungan binaan Babinsa. Masyarakat juga harus mendukung, membantu  Babinsa dalam berbagai pelaksanaan kegiatan Babinsa di Desa.

Sedangkan faktor penghambat peranan Babinsa adalah adanya berbagai keterbatasan  yang  ada,  baik  menyangkut  masalah personil dan materil ditinjau dari segi kuantitas dan kualitas yang ada. sarana dan prasarana yang ada, dari segi kemantapan organisasi, materil, fasilitas kerja dan piranti lunak sebagai pendukung pelaksanaan  tugas  Babinsa  karena  kelemahan pada salah satu segi akan menghambat pencapaian sasaran secara keseluruhan dalam pelaksanaan tugas Babinsa di desa binaan.

Selain aplikasi nyata babinsa dalam upaya pembinaan teritorial Kodim 1402/Polmas dalam mewujudkan  Ketahanan Nasional, kegiatan  pendampingan pertanian dalam rangka peningkatan swasembada pangan dilakukan Babinsa Serma Baso Tahir, dimana kegiatan yang sudah menjadi Program TNI dalam mendukung peningkatan  Swasembada  Pangan  Nasional menuju kepada masyarakat Indonesia yang mandiri dibidang pangan khusunya intensifikasi lahan dan produktivitas hasil pertanian adalah salah satu langkah kongkrit TNI-AD mendukung ketahanan pangan.

Salah satu kegiatan Pendampingan Bintara Pembina Desa Koramil 1402-03/Campalagian  yang telah dilaksanakan oleh Serma Baso Tahir, hadiri pada rapat Revitalisasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (PA3) bersama kelompok Tani Uru Cinna Daerah irigasi lampoko Desa Lampoko Kecamatan Campalagian pada tanggal 11 Mei 2016, hadir pada kegiatan tersebut Kepala Seksi P1A Dinas pertanian dan peternakan Kabupaten Polman Andi Mahatma Gandhi,SP.M.SI, Kepala BPP Campalagian Sdr Idrus, Babinsa Koramil 1402-03/Campalagian Serma Baso Tahir serta anggota Kelompok tani yang tergabung di P3A Uru Cinna.

P3A dalam  mendukung  program  dari  pemerintah pusat, pemerintah Kabupaten Polman guna mengembangkan produktivitas lahan pertanian sebagai upaya peningkatan produksi hasil pertanian untuk mendukung pencapaian swasembada pangan  nasional di wilayah  Kabupaten Polewali Mandar khususnya di Kecamatan Campalagian. Kegiatan ini dilakukan agar peningkatkan penguatan kapasitas P3A dalam  pengelolaan irigasi  secara partisipatif, Mensinergikan dan menyatukan persepsi antar P3A dalam pengelolaan air secara proporsional dan profesional serta Meningkatkan  pengetahuan  terkait  upaya  pelestarian  fungsi jaringan irigasi oleh karena itu dukungan SDM dalam hal ini para anggota P3A yang berkualitas sangat diharapkan untuk  dapat  membangun  keterpaduan  sistem antara pengelolaan jaringan irigasi dan peningkatan produk-produk pertanian.

Babinsa Koramil 1402-03/Campalagian Kodim Polmas Serma Baso Tahir melaksanakan pendampingan kepada para kelompok tani dalam pelaksanaan sekolah lapang yang digelar oleh PPL desa parappe (Nurhikma S.TP) dihadiri pengamat hama (Jumriah )serta diikuti 26 orang anggota kelompok Tani Allo Biar ,untuk memberikan pengetahuan kepada petani tentang cara bertani yang benar termasuk cara mengatasi hama, adapun tujuan sekolah Lapang Pertanian adalah untuk meningkatkan pemahaman kelompok tani dengan harapan ada peningkatan produksi. Salah satu kelompok tani yang dapat pembinaan adalah kelompok tani Allo Biar yang berada di Desa Parappe kecamatan Campalagian Kab Polman. Menurut Danramil 1402-03/Campalagian Kapten Inf halid, peran dan keterlibatan langsung para Babinsa ini penting karena dalam program swasembada pangan, anggota Babinsa ditugaskan untuk mendistribusikan benih bantuan dari pemerintah dan melakukan pendampingan terhadap petani, sehingga sangat penting bagi anggota Babinsa untuk memiliki pengetahuan budi daya pertanian yang memadai agar dapat membantu petani mencapai hasil panen maksimal.

Masyarakat Tani bersama Anggota Babinsa Serma Baso Tahir dengan Serka Muhammad  Arif  personil Koramil 1402-03/Campalagian Kodim 1402/Polmas melaksanka

karya bakti memperbaiki saluran irigasi tersier yang menghubungkan desa dari Katumbangan ke Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, bersama Masyarakat Memperbaiki Saluran Irigasi,   Prajurit TNI, khususnya Babinsa harus aktif melakukan pendampingan terhadap petani. peran TNI harus nyata dan jelas dalam program pro-rakyat Swasembada Pangan Nasional ini. “Maka jika saat ini TNI ikut turun membantu untuk membangun saluran air dan menanam padi, itu menjadi bagian tugas TNI sebagai pendampingan di Desa Binaannya, lebih penting lagi yakni membantu perbaikan irigasi tersier, karena itu menyangkut nasib petani,”  Kabupaten Polewali Mandar memang cukup memiliki potensi hasil produksi Beras yang menjanjikan, dikarenakan luasnya lahan pertanian yang cukup luas ditambah adanya pasokan air ke irigasi pertanian yang cukup lancar. Penempatan Babinsa mendampingi para petani, melakukan perbaikan fasilitas pertanian diantaranya saluran irigasi bisa mendorong percepatan masa waktu perbaikan lebih dini.  Setidaknya upaya memaksimalkan Babinsa di lapangan sangat perlu.

Petani dari kelompok tani duta mantar bersama Babinsa melakukan tebar benih padi untuk melaksanakan tanam satu-satu di lahan seluas 11 Ha di Desa Perappe Kec Campalagian, kegiatan yang dilakukan oleh Serma Baso Tahir Babinsa Koramil 1402-03/Campalagian tersebut adalah wujud dari terlaksananya kegiatan hanpangan Nasional yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat untuk melaksanakan pendampingan secara terpadu kepada para petani didesa binaan masing-masing.

Serma Baso tahir, merasakan betul dengan kegiatan tersebut bahwa menjadi seorang petani sangatlah berat, maka kami melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian kami laksanakan dengan senang, karena menambah ilmu serta bekal kita nanti kalo kita sudah mendekati masa pensiun kita bisa bercocok tanam, selanjutnya Sdr. Hendra salah satu anggota Poktan tersebut mengatakan usia tanam padi saat penyemaian  sampai  dengan siap tanam adalah 25 hari, karena pada umur itu padi sudah  siap  dan  siap tumbuh dengan baik, dan sampai pada umur 90 hari padi siap untuk dipanen, dan berterima kasih  kepada  babinsa  yang  setia  mendampingi kami yang  tentunya  menambah semangat kami.

Berdasarkan penelitian lapangan tentang Peranan Bintara Pembina Desa  dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Desa Panyampa dan Desa Parappe Kec.Campalagian Kab.Polewali Mandar) berjalan dengan cukup baik dilihat dari kemampuan Babinsa (Serma Baso Tahir) menciptakan rasa aman, tertib, dan damai dalam  lingkungan  masyarakat.  Dengan adanya Babinsa di desa segala bentuk ancaman, keributan, perselisihan, konflik  dalam masyarakat  maupun antar desa dapat terkendalikan.   Babinsa  melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana yang  termuat  dalam Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 telah dijelaskan bahwa jati diri prajurit TNI  sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional  yang dalam pelaksanaan tugasnya senantiasa dilandasi dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.   Tugas Pokok TNI dilaksanakan  melalui tugas Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), salah satu dari 14 tugas OMSP yaitu Pemberdayaan Wilayah Pertahanan dan kekuatan pendukungnya  secara  dini  sesuai  sistem  pertahanan semesta.

Dengan  berfungsinya peran Babinsa secara optimal maka diharapkan akan mampu menciptakan  sistem keamanan dan ketertiban masyarakat secara terkendali  yang bebas dari gangguan. Kenyataannya tugas Babinsa belum optimal, belum optimalnya  tugas  Babinsa  karena  belum mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat, buktinya  dalam  mengatasi gangguan keamanan  Babinsa  bergerak sendiri tanpa adanya dukungan masyarakat. Lemahnya dukungan masyarakat akan mempengaruhi pelaksanaan tugas Babinsa dalam menjaga keamanan dan ketertiban dimasyarakat.

Peningkatan  keamanan dan ketertiban diupayakan untuk menciptakan rasa aman masyarakat, meningkatkan kepatuhan serta disiplin masyarakat terhadap hukum. Sasaran tersebut dapat tercapai apabila diperlukan kerjasama  dan  peran  serta masyarakat  dalam mengatasi  masalah gangguan  keamanan dalam rangka terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, serta terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.  Bahwa kehadiran Babinsa didesa cukup membantu dan mengatasi serta meredam masalah kejahatan.

Kehadiran  Babinsa di desa sangat memberikan arti dan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat desa. Manfaatnya bahwa masyarakat terhindar dari gangguan keamanan, sehingga diharapkan Peranan Satuan Aparat Kewilayahan (berfungsinya peran  Babinsa  secara  optimal)  untuk mengajak  Aparat Pemerintah Daerah (dalam hal ini Lurah/ Kepala Desa/ Kepala Linkungan/RT/RW).  Peran Komando  Kewilayahan  tersebut  agar  dapat  berdaya  guna  dan tepat sasaran, tentunya  perlu  dikoordinasikan  dan  disinergikan. Menyadari tentang pentingnya Peranan Satuan Aparat Kewilayahan untuk mengajak Aparat Pemerintah Daerah, hal tersebut  dapat  dijadikan  entry  point  bagi  aparat Komando Kewilayahan untuk berperan aktif membantu pemerintah daerah, yang  pelaksanaannya dapat melalui metode  Binter agar program yang diajukan oleh Komando Kewilayahan dapat terarah dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Demikian Essay tentang Aplikasi Nyata Babinsa Dalam Upaya Peningkatan Pembinaan Teritorial Kodim 1402/Polmas dalam mewujudkan Ketahanan Nasional guna mendukung tugas pokok TNI-AD sebagai bahan masukan kepada Komando Atas untuk mentukan arah kebijakan pembinaan teritorial Angkatan Darat dimasa mendatang

About kodim1402

Komando Distrik Militer 1402/Polewali Mamasa- Korem 142/Taroada Tarogau-Kodam XIV/Hasanuddin

Check Also

BABINSA TNI AD BUKAN PENYULUH PERTANIAN

Artikel Oleh: Pelda Aslam Latief/ Bati Ops/Lat Kodim 1402/Polmas Perlu kita ingat kembali bahwa pada …

.